Mengenang Bunda Lidya Neno Here yang Telah Pergi Untuk Selamanya

  • Bagikan

Saya kenal keluarga Bapak Albert Neno dan Mama Lidya Neno Here, sejak tahun 2019. Saat itu Saya bertugas Paroki Santa Maria Fatima Betun sebagai Pastor Pembantu. Bapak Albert Neno waktu itu sebagai Kapolres Malaka, bersama dengan Istri Mama Lidya Neno.

Entah kehendak leluhur waktu itu, karena sesama Neno, suatu ketika Saya dijemput ke Polres Malaka. Tiba di sana, Kami diarahkan ke ruang Pak Kapolres. Jujur waktu itu gugup, karena baru pertama kali bertemu Seorang Kapolres.

Rasa gugup itu kemudian terlebur begitu saja ketika disambut dengan senyum manis oleh Mama Lidya dan tatapan persahabatan Bapak Albert pasca memasuki ruangan itu. Yang kami lakukan saat itu ialah tatap muka, sharing lalu ditutup dengan doa bersama dan berkat dari Saya, di ruang Kapolres.

Sejak saat itu kami akrab. Setiap kali ada hajatan di rumah, saya selalu diundang, dan selalu hadir. Sosok Bunda Lidya yang murah senyum, rendah hati, sabar, tekun melayani, membuat ibu-ibu bhayangkari selalu betah di Rumah Jabatan Kapolres.

Banyak pengalaman Saya alami. Begitu banyak kebaikan hati Saya rasakan. Begitu banyak kesulitan yang saya alami, terselesaikan melalui hari Hati Bunda Lidya.

Kalau tiba di rumah jabatan, pasti segera disiapkan kopi dan menyusul makan. Sambil menikmati kopi, selalu saja diselingi dengan diskusi seputar jurnalistik. Maklum Mama Lidya pernah menjadi wartawan.

Setiap kali Saya hadir di rumah, selalu saja Saya pimpin doa, entah doa makan maupun doa syukur giat apa saja. Yang mengherankan ialah Bapak Albert dan Mama Lidya, mereka berkeyakinan Kristen muda, tetapi banyak kali Saya, Pastor Katolik selalu didaulat untuk memimpin doa.

Kalau Saya tiba di rumah, pasti si cilik Yoni, Lisbet, Elicya, dan terkadang Marvel (Putera satu-satunya Bapak Albert dan Mama Lidya), selalu diinstruksikan untuk memberi selamat kepada Om Romo. Om Romo adalah sapaan khas Mama Lidya untuk Saya.

Suatu ketika ditengah kesibukan Kapolres Malaka, Bapak Albert Neno mempersiapkan situasi pilkada Malaka, Mama Lidya mengalami sakit serius, dan kemudian ditangani di Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun. Waktu itu Mama Lidya ditangani di ruang ICU dengan fasilitas lengkap. Saya turut berkunjung ke sana beberapa kali. Dan selalu bahasa yang sama, yang diminta Mama Lidya; Om Romo tolong doakan Saya, supay Saya cepat sembuh.

Sejak saat itu, Mama Lidya ketat melakukan kontrol di Rumah Sakit Siloam.

Seusai masa purnatugas sebagai Kapolres Malaka, Bapak Albert dan Mama Lidya kembali ke rumah di Liliba. Komunikasi kami tidak pernah putus. Setiap kali ada urusan ke Kupang, rumahnya Mama Lidya dan Bapak Albert selalu menjadi tempat nginap paling nyaman.

Beberapa waktu lalu saat di Kupang, Saya berkunjung ke rumah Liliba. Saat itu Mama Lidya di rumah sakit. Selang beberapa waktu, datang lagi ke rumah, dan sempat bertemu Mama Lidya. Dan itulah pertemuan terakhir Saya dengan Mama Lidya di rumah Liliba. Dalam pertemuan itu, masih permintaan yang sama dari Mama Lidya; Om Romo, tolong doakan Saya. Dan benar, doa dan berkat selalu menyertai. Informasi seputar Mama Lidya, selalu Saya tanya saat telponan dengan Bapak Albert. Dan selalu ada informasi kesehatan Mama Lidya dan Bapak Albert dan terutama mohon doa.

Kisah-kisah itu betul mengingatkan saya akan betapa baiknya Keluarga Bapak Albert dan Mama Lidya. Mama Lidya, Bunda yang baik hati. Selalu dengan senyum menyapa siapa saja yang datang.

Suatu ketika kami berkunjung ke rumahnya Tanta San, Saudarinya Bapak Albert Neno di Sikumana. Mama Lidya berkeberatan karena medan turun ke sana perlu menurun dan mendaki. Tetapi luar biasa kasih Sayang Bapak Albert dan Marvel Neno. Mama Lidya digendong hingga tiba ke rumah dan hingga tiba pula di mobil, saat pulang. Kisah ini menarik. Dan dari kisah ini, tercermin satu kepatuhan, yang perlu diteladani oleh keluarga-keluarga muda.

Lama sebelumnya, sejak masih di Malaka, Mama Lidya, Bapak Albert Neno dan Marvel Neno, membelikan untuk Saya Dua Casula (Pakaian Imam/Pastor). Dan murni, itu bantuan yang datang dari hati nurani. Bersama Mama Lidya dan Bapak Albert pun, berapa kali kita tiba di Kampung Halaman Saya, dan selalu ada hadiah terindah dari Mama Lidya untuk Bapak dan Mama di kampung. Tidak hanya itu, bersama Mama Lidya dan Bapak Albert pun, kami tiba di Kampungnya Bapak Albert di Marena/Hal’O.

Hari ini, Sabtu, 07/01/2022, Saya mendengar berita mengejutkan dari group WA Neno Big Family, yang telah Saya bentuk sejak masih di Malaka. Group itu terdiri dari semua anggota yang bernamakan Neno. Berita itu terkait kepergian Mama Lidya Neno. Saya kurang yakin, dan Saya pastikan informasi itu ke Bapak Albert. Dan jawab Bapak Albert; benar Mama masih di ruang jenazah.

Pada layar FB dan WhatsApp, penuh dengan ucapan turut berdukacita, atas meninggalnya Mama Lidya Neno Here. Paling banyak dikatakan Mama Lidya yang baik hati. Ungkapan itu, selain datang dari keluarga Mama Lidya, juga banyak datang dari ibu-ibu bhayangkari Malaka. Semua keluarga yang saya kenal, rasanya tidak menerima kenyataan itu.

Kisah-kisah ini saya tuliskan sebagai ekspresi rasa; bagaimana mengartikan kebaikan yang terpancar dari ketulusan. Ketulusan yang baik biasanya mampu menarik ketulusan yang satu untuk berpapasan tanpa syarat. Senyum yang murni mampu menguhkan setiap sesama yang dijumpai. Pelayanan yang tulus mampu membuat orang merasa betah karena rasa bersahabat. Pemberian yang tulus membuat si penerima, menerima dengan rela. Dan inilah karakter yang saya temukan dalam diri Mama Lidya.

Mama Lidya Neno, kini telah pergi. Doa dan berkah menyertai. Tuhan pasti menyiapkan tempat yang layak. Sekiranya Bapak Albert Neno dikuatkan. Juga Adik Marvel Neno, Putera satu-satunya Mama Lidya, dikuatkan. Juga cillik-cilik yang selalu menjadi hiburan untuk Oma Lidya; Yoni, Lisbet dan Elycia.

Sekiranya Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan untuk keluarga besar Mama Lidya Neno Here dan Bapak Albert Neno.

Dari segala derita sakit yang dialami, kini Mama Lidya sudah tidak menderita lagi. Bakal tidak lagi kontrol ke rumah sakit. Bakal tidak lagi Marvel beli obat. Bakal tidak lagi Bapak Albert dibangunkan tengah malam untuk harus bawa Mama Lidya ke Rumah Sakit. Penderitaan itu kini telah berakhir.

Selamat jalan Mama Lidya Neno Here. Bunda yang rajin berdoa; Bunda yang rajin persekutuan. Tuhan menyiapkan tempat yang layak bagimu di sisi kananNya.

Teriring doa dan berkat, Penulis :

Rm. Yudel Fon Neno, Pr bersama Keluarga Besar Neno di Dawan dan di Malaka.

  • Bagikan